Tuesday, December 9, 2008

Carilah alasan mengapa anda layak untuk mendapatkannya.

Hati hatilah dengan membuat alasan, karena bila anda percaya bahwa alasan yang anda temukan dalam diri anda itu benar maka dia akan menjadi benar.


Kalau misalnya anda mencari alasan mengapa anda bisa miskin, maka akan anda temukan jawabannya dalam diri anda, dan juga sebaliknya mengapa anda layak untuk menjadi kaya.
Pernah nggak mendengarkan lagu yang sudah usang ditelinga kita namun lirik lagu itu terngiang jelas ditelinga kita “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.” Sebenarnya kalo kita teliti yang dimaksud dengan kaya itu adalah orang yang mempunyai kebebasan finansial dalam arti mempunyai uang yang cukup.
• Apakah orang yang hidup sederhana yang semua kebutuhan hidupnya terpenuhi adalah orang kaya?
• Jawabannya adalah “ya.” Karena orang yang kaya adalah pemasukannya lebih besar daripada kebutuhannya.
• Berarti orang gila kaya dong?
• Ya, orang gila adalah orang yang kaya sekali, walaupun hanya dalam pikirannya. Orang yang bersifat kaya adalah orang yang mempunyai sikap yang kaya dan mempunyai sifat yang kaya.
• Kalo mau menjadi orang yang makin kaya maka kita harus menjadi orang yang kaya dulu dong?
• Ya, benar sekali.
• Berarti kalo mau menjadi miskin maka kita harus miskin dulu?
• Ya,,,,,
• Terus orang yang sudah kaya berarti nggak bisa miskin?
• Iya bener itu….
• Jadi kenapa ada orang kaya yang bangkrut dan menjadi miskin?

Nah disinilah pokok permasalahannya. Sebenarnya yang kaya itu adalah cara berpikirnya dan bukan banyaknya uang yang dimilikinya, karena kalau dinilai dari berapa banyaknya uang yang dimilikinya maka tidak akan pernah ada orang yang jatuh miskin dan orang yang miskin tidak akan pernah ada yang menjadi kaya….

Cara berpikir miskin adalah semakin banyak uang yang dimilikinya akan semakin banyak yang keinginan yang akan dijadikanya kebutuhannya, dan seolah olah itu adalah kebutuhan wajib dari orang kaya. Sebagai contoh bila sebelumnya hanya punya uang seratus juta maka dia akan menjadikan keinginannya mempunyai rumah atau mobil yang sederhana akan menjadi kebutuhan baginya. Bila uangnya meningkat, maka gaya hidupnypun akan jadi meningkat, yang biasanya belanja dipasar tradisional maka dia akan mulai belanja di supermarket.
Semakin bertambah uangnya dia akan semakin banyak kebutuhannya.
Sedangkan cara berpikir yang kaya adalah bila seumpamanya dia mempunyai uang seratus juta maka dia akan menginvestasikan uangnya agar terus mengalir dan mengalir kedalam rekeningnya, sehingga uangnyalah yang bekerja untuknya. Dan bila uangnya semakin bertambah maka akan semakin banyak ivestasi yang akan ditanam dan semakin banyak pula uangnya mengalir seperti air terjun.
Dibawah ini saya berikan alasan mengapa anda menjadi kaya dan miskin.
Mengapa anda miskin?

• Kalo anda bilang keturunan, kayaknya banyak anak orang yang kaya, yang mendapat warisan dari bapaknya, jatuh miskin dan melarat hidupnya berarti ini adalah alasan yang salah bahwa kemiskinan adalah faktor keturunan.
• Kayaknya yang sering menjadi orang yang miskin adalah kebodohan.
• Tidak mempunyai pengetahuan dalam mengelola uang
• Nafsu kuat tenaga kurang, maksudnya adalah orang yang mempunyai mental miskin dan akan menjadi miskin adalah orang yang lebih besar keinginan yang dijadikan kebutuhan daripada pemasukannya. Sebenarnya ini sama saja dengan, tidak mempunyai keahlian dalam mengelola keuangan.
• Berusaha tidak maksimal karena tida mempunyai sikap yang optimis
• Boros, malah disebagian kalangan beredar sebuah motto yang seharusnya penyebar motto seperti ini seharusnya ditangkap saja, “biar miskin asalkan boros.” Sebenarnya yang lucu bukanlah mottonya tetapi kelakuannya.
• Tidak mempunyai jaringan kerja. Atau bisa disebutkan bahwa kurangnya bergaul atau tidak mempunyai teman atau lingkungan yang mendukung untuk kaya.

Kalau kita cari alasannya yang lain, maka akan ketemu banyak banget dan beragam ragam alasan yang bisa ditemukan dengan mudah bahkan tanpa harus menggunakan otak kita.


No comments: